بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirobbbilalamin
mafhumnya:sesungguhnya solatku, amal ibadahku, hidupku serta matiku kerana Tuhan sekalian alam

Dengan Pena hatiku berkata,
Dengan pena diriku bersuara

Jumaat, 13 Mei 2011

Berdoalah tatkala susah dan senang



Dari Abu Hurairah radiallahu anhu, Rasulallah SAW bersabda: "Siapa yang ingin dikabulkan doanya ketika sempit dan susah, maka hendaklah ia memperbanyakkan doa saat keadaan lapang dan senang"

***************************************************************************************

Pengertian doa

Pertama, do'a dalam pengertian "Ibadah." Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 106.


Artinya: "Dan janganlah kamu beribadah, kepada selain Allah, iaitu kepada sesuatu yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepada engkau dan tidak pula mendatangkan mudarat kepada engkau."

Maksud kata berdo'a di atas adalah ber-"ibadah" (menyembah). Iaitu jangan menyembah selain daripada Allah, yakni sesuatu yang tidak memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan mudarat kepadamu.

Kedua, doa dalam pengertian "Istighatsah" (memohon bantuan dan pertolongan). Seperti dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 23 dibawah ini.


Artinya: "Dan berdo'alah kamu (mintalah bantuan) kepada orang-orang yang dapat membantumu."

Maksud kata ber-"doa" (wad'u) dalam ayat ini, adalah "Istighatsah" (meminta bantuan, atau pertolongan). Iaitu mintalah bantuan atau pertolongan dari orang-orang yang mungkin dapat membantu dan memberikan pertolongan kepada kamu.

Ketiga, Doa dalam pengertian "permintaan" atau "permohonan." Seperti dalam Al-Quran surah Al-Mu'minûn ayat 60 dibawah ini.


Artinya: "Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu."

Maksud kata "Doa" (ud'ûnî) dalam ayat ini adalah, "memohon" atau "meminta." Iaitu, mohonlah (mintalah) kepada Aku (Allah) nisscaya Aku (Allah) akan perkenankan permohonan (permintaan) kamu itu.


Keempat, Doa dalam pengertian "percakapan". Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 10 dibawah ini.

Artinya: "Doa (percakapan) mereka di dalamnya (surga), adalah Subhânakallâhumma (Mahasuci Engkau wahai Tuhan)."

Kelima, Doa dalam pengertian "memanggil." Seperti firman Allah dalam Al-Quran dibawah ini.


Artinya: "Pada hari, dimana la mendoa (memanggil) kamu."

Maksud kata "doa" (yad'û) dalam ayat ini adalah "memanggil." Yaitu, pada suatu hari, dimana la (Tuhan) menyeru (memanggil) kamu.

Keenam, Doa dalam pengertian "memuji." Seperti dalam Al-Quran surah Al-Isrâ' ayat 110 dibawah ini.


Artinya: "Katakanlah olehmu hai Muhammad: berdoalah (pujilah) akan Allah atau berdoalah (pujilah), akan Ar-Rahmân (Maha penyayang)."

Maksud kata "doa " (qulid'û) dalam ayat ini adalah "memuji". Yaitu, pujilah olehmu Muhammad akan Allah atau pujilah olehmu Muhammad akan Al-Rahmân.

Maka atas dasar huraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa "doa" adalah ucapan permohonan dan pujian kepada Allah SWT. dengan cara-cara tertentu disertai kerendahan hati untuk mendapatkan kemaslahatan dan kebaikan yang ada disisi-Nya. Atau dengan istilah Al-Tîbî seperti dikutip Hasbi Al-Shidiq "do'a" adalah "Melahirkan kehinaan dan kerendahan diri serta menyatakan kehajatan (kebutuhan) dan ketundukan kepada Allah Swt."

sumber:http://www.abatasa.com/pustaka/detail/ulumul-quran/95/

*************************************************************************************

Manusia sering lalai dan alpa dalam mengingati Allah tatkala senang. Hanya ketika susah beresak-esak air mata memohon pertolongan dan kekuatan dari Tuhan. Tidak terlepas nasihat juga buat diri ana yang tidak terlepas daripada khilaf dan kealpaan. Doa merupakan senjata orang mukmin. Doa merupakan permintaan, percakapan, pertolongan dengan penuh pengharapan kepada Tuhan. Siapalah kita didunia ini yang penuh dengan segala kelemahan dalam menghadapi kehidupan. Tiap satu rencana Allah yang penuh rahsia yang tidak tahu bagaimana mungkin kita diduga semata-mata sebagai latihan dan penilai tahap keimanan manusia.

Seringkali kita terlupa untuk berdoa tatkala senang, tatkala Allah menghilangkan segala kesusahan yang melanda dan kita berlakon seakan-akan tidak ada apa yang pernah berlaku sebelumnya. Allah sukakan hambanya yang selalu berdoa padaNya tanda tunduk dan patuh kepadaNya. Manusia seringkali diuji dan diduga dengan pelbagai bentuk ujian dan cabaran. Hanya pada Allah tempat kita mengharap melalui perantaranya ialah Doa! Begitulah Allah mendidik manusia menyukuri segala nikmat dan tidak putus asa melalui berdoa. Dengan berdoa, ia mendidik manusia untuk belajar bersyukur dan merendah diri, mengajar manusia untuk hanya mengharap pada Allah tatkala susah dan senang, mengajar manusia tatkala tiada bantuan lain didunia, Allah tetap bersama dikala susah dan senang jika kita sentiasa mengingatiNya. Allah telah berfirman dalam surah al baqarah ayat 152


kerana itu, ingatlah kamu kepadaKu nescaya Aku akan ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaku, dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu


Begitu besar nikmat yang Allah berikan, Subhanallah. Kalau kita ingatkan Allah, Dia juga akan ingat kita. Jagalah Allah dengan erti kata buatkan kebaikkan dijalanNya dan jauhi laranganNya. Insya'Allah berkat usaha dan doa yang berterusan, Allah juga akan menjaga kita dari segala bentuk kesusahan didunia. Berdoalah siang dan malam, tatkala susah dan senang, dimana dan bagaimana juga keadaannya. Firman Allah:

(iaitu) orang-orang yang mengingati Allah sambil berdiri,duduk atau dalam keadaan baring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),
"Ya Tuhan kami,tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
(Ali Imran : 191)

Cukuplah Allah bagiku tempatku meminta pertolongan dan tempatku meletakkan harapan. Berdoalah untuk kebaikkan dan meninggalkan laranganNya. Mudahan hidup kelak diberkati dan diberikan kebahagiaan sebenar dunia akhirat. Amin~

ana pena
13052011/12:57 am
Baitul 82 kd

Khamis, 12 Mei 2011

Tetaplah hatiku dijalanMu


Ku mencariMu,
Bukanku lemah, bukan ku rebah,
Bukanku kalah dengan pertarungan manusia itu,

Ku mencariMu,
Menundukkan diri, pasrah pada ketentuan,
Mencari ruang mujahadah di jalanMu.

Tetaplah hatiku dijalanMu ya Tuhan,
Walau hati dibenci, dicaci dan disisih insan.

Tetaplah hatiku dijalanMu ya Tuhan,
Walau sesukar mana jalanan di hadapan.

Tetaplah hatiku dijalanMu ya Tuhan,
Tika ku sendiri melangkah menghadapi ujian.

Sungguh hati ini bisa lemah dengan ketetapan,
Sunggguh hati ini masih khilaf dengan kesilapan semalam,
Sungguh diri ini bisa rebah dengan dugaan.
Berilah sedikit kekuatan,
Berilah sedikit ruangan perbetulkan keadaan,
Tetapkanlah hatiku ya Tuhan.

ana pena
12052011/ 05:05 pm
baitul 82 kd

Jadilah terbaik.

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu keuntungan baru bekerja, tapi bekerjalah, maka keuntungan akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah, bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu mampu baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti mampu!:)


sumber: http://www.inspirasi-diri.blogspot.com/

Itu semalam, hari ini "Hebat"


"Ujian Tuhan sebagai latihan dan didikkan untuk setapak lebih hebat dan kuat daripada semalam"

Semalam tika ana masih dalam kegelapan dan kesuraman perasaan, tidak ana menyangka hari ini hari indah dengan rencana Tuhan. Kepayahan dan kesukaran semalam memberikan impak yang sangat berkesan dan positive dalam merencanakan siapa ana pada hari ini. Alhamdulillah semalam yang menjadi sejarah berjaya sebagai guru yang mengajar ana erti kehidupan sebenarnya. Pengalaman adalah sesuatu yang membedakan tiap insan. Tiap yang dirasakan itu berbeza dengan setiap manusia yang lain dan itu yang menjadikannya amat berharga untuk dikongsi sesama manusia.

Jika semalam masih rebah, hari ini biarkan merangkak dan keesokkannya teruslah berlari.
Jika semalam banyaknya khilaf, hari ini teruslah muhasabah dan keesokkannya bersama mujahadah ke arah kebaikkan. Semalam itu sesuatu yang sudah berlaku, hari ini milik kita untuk merubah sesuatu yang mungkin akan berlaku pada keesokkan harinya.

Allah berfirman dalam surat QS. Ar-Ra'd 11:13
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya"

Bersamalah berusaha memperbaiki diri. Setiap langkah itu haruslah merupakan langkah baru yang penuh pengharapan dan keyakinan akan rencana Tuhan. Bersangka baik pada tiap musibah dan ujian kerana rencana Tuhan itu lebih baik daripada apa yg mungkin kita sangkakan. Allah membaca tiap hati manusia dan mungkin kejadiannya hari ini adalah detik-detik kecil yang terdetik dihati kita pada suatu masa dahulu.yang sangat kita impikan. Bersyukurlah dan tersenyumlah Allah mendengar dan memberi perhatian pada hatimu :)

*************************************************************************************
Hari ini sangat hebat rasanya jika tetap berpegang pada ketetapanNya. Sangat hebat rasanya apabila merasakan kecukupan dalam kesederhanaan. Sangat hebat rasanya apabila hati tetap redha dan pasrah pada rahmat dan musibah. Tika semalam hati masih kecil menilai dan melihat kejadian Tuhan, hari ini terbentang luas ciptaan Tuhan. Sekecil-kecil ujian dengan dilimpahkan sebesar-besar pertolongan. Subhanallah. Nikmat Allah yang manakah yang ingin didustakan?
Pengalaman semalam cukuplah sekadar pengajaran. yang baik dijadikan pengajaran dan yang buruk dijadikan sempadan. untuk apa diikatkan perasaan pada kenangan semalam. " Let bygone be bygone" Hidupkan hari ini dengan kehebatan dan kemegahan ilmu Tuhan. Hidupkan hari ini dengan cahaya keinsafan dan keazaman istiqamah dalam perubahan.

Masih ramai yang takut berubah. Masih ramai yang takut untuk keluar dari kelompok yang sama. Masih ramai yang gusar untuk keluar dari kepompong setelah sekian lama. Bagaimana hendak diperhebatkan manusia, kalau kaki masih belum mahu melangkah setapak kehadapan mencipta satu kejayaan (?). Masih mahu berterusan melakukan dosa, bertaubat tapi masih dan masih melakukan dosa yang sama tanpa mahu terus melangkah gagah meninggalkan semua itu (?)

Setiap hari kita harus berani berkata " Aku akan berubah untuk melawan semua ini.." "Aku kuat!, Esok aku bukanlah aku pada hari ini, aku adalah aku yang hebat!, Hebat dalam mengawal nafsu dan perasaanku sendiri, Hebat dalam menjaga diri dan maruahku, Hebat dalam istiqamah ku mujahadah dijalanMu.."
"Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi kamu adalah orang yang bertakwa "
Surah Hujarat 49:13


Teruskan berusaha wahai diri. Semakin kuat keazamanmu, akan semakin kuat ujian menimpamu. Jangan berputus asa, betulkan niat kerana Allah. Allah memandang keazamanmu untuk berubah dan Allah mengetahui semua kesusahan dan kepayahan itu. Insya'Allah.
Beristiqamah, muhasabah dan mujahadah keranaNya:)

Ana pena
12052011
Baitul 82 Kd






Rabu, 11 Mei 2011

Tersenyumlah :)


Tatkala diri ditimpa musibah, bersyukurlah kerana itu tandanya kasih sayang Tuhan. Tandanya Allah masih mahu menguji diri dan memberi kesempatan kepada kita untuk muhasabah dan mujahadah ke arah yang lebih diredhaiNya. Tatkala diri ditimpa kecelakaan, diberikan ujian berupa kehilangan dan kelemahan, bersyukurlah kerana Allah tahu kita kuat dan mampu mengharunginya. Rencana Allah memang sukar diduga, tapi yakinlah itu yg terbaik buat kita didunia. Sesuatu yang Allah telah rencanakan untuk melatih dan mendidik kita ke arah yang lebih baik.

Allah SWT berfirman yang maksud-Nya:
Dan Kami (Allah) pasti akan menguji kamu dengan secebis rasa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, kehilangan nyawa serta tanam-tanaman yang tidak menjadi. Dan khabarkanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Iaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata; Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya jualah kami akan kembali. (al-Baqarah: 155)

Yakinlah ketentuan Allah. Segalanya milik Allah. DariNya kita datang, kepadaNya kita kembali.
Kita diuji dengan pelbagai bentuk yang kadang-kala hampir sahaja ujian-ujian itu melemahkan dan menjatuhkan kita. Terasa dunia kelam, tiada harapan, kosong, sunyi, sendiri tiada yang menemani hinggakan kita terlupa rencana Allah. Kita lupa Allah itu ada bersama kita.

*************************************************************************************

Ana masih ingat kesusahan yang melanda ana beberapa bulan yang lalu. sangat sukar ditelan, sangat sukar dihadapi dan teramat sukar untuk digambarkan. "Ibaratnya jatuh tertimpa tangga, kemudian terjatuh lagi" Kelam, terasa sukar untuk memulakan langkah baru. Dunia seakannya mengecil dan cuba meluputkan ana keluar darinya. Hingga satu saat ana terpandang langit malam yang penuh bebintang. Terdetik hati berkata. Ya~~

"Tanpa kegelapan malam yang suram, tidak akan kelihatan tiap butiran bebintang yg menawan"


Begitulah kejadian Allah, memperlihatkan alam untuk manusia belajar mengerti tiap satu rencana Tuhan itu telah tertulis dan terlakar dalam alam ciptaanNya untuk difahami oleh hati manusia yang manu berfikir. Sungguh kalau tiada malam, tiadalah kelihatan bebintang. Malam yg dianggap suram dan kelam bagi pemuisi yang ingin menyatakan kesunyian dan kemuraman hidup. Tapi tanpa malam juga yang menjadi kanvas bebintang, tiadalah nampak keindahan bebintang. Walaupun hanya sebutir dilangit angkasa, ia cukup memberi makna akan kehidupan. Betapa tanpa kesusahan hidup didunia, kita tidak akan nampak yang cantik dan indahnya rencana Tuhan.

Alhamdulillah. Tiap satu ujian itu latihan Allah bagi tiap insan. Tanda kasihNya yang tidak terhingga untuk mendidik dan melatih diri manusia untuk menjadi setapak lebih kuat dan hebat dari sebelumnya.

*************************************************************************************

Teruslah tersenyum walaupun ditimpa pelbagai ujian kerana senyuman itu penghapus segala kedukaan dan tanda hati yang redha kepada ketentuan Tuhan. Manisnya senyuman itu mampu meluputkan kepahitan dihati. Senyuman itu juga sedekah

Sabda nabi SAW yang bermaksud: "Janganlah kamu meremehkan kebaikkan apapun walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah yang manis (wajah gembira dan senyuman) " Hadis Riwayat Muslim

Teruskanlah tersenyum walaupun hati dirundung duka. Mudah-mudahan kebaikkan itu diperoleh bersama. Insya'Allah :)

ana pena
11052011
Baitul 82 KD

Selasa, 5 April 2011

puisi hidup

Puisi itu mainan hatiku,
Tatkala ku duka tatkala ku ceria,
Irama syahdu lukisan jiwa.

Pada alam ku sandarkan kenangan,
pada rembulan yang menyimpan rahsia perasaan
bebintang yang menemani tatkala suram,
Hilang. Sepi.

Bayu sampaikanlah cerita gembira,
Embun hapuskanlah kedinginan dijiwa,
Menanti mentari menghapuskan segala,
Kesuraman malam yang penuh duka.

Ya Tuhan bantulah hamba,
Terkesan dengan khilaf sebagai manusia,
Rebah dalam kealpaan hidup didunia
Kesepian itu hampir meragut segala,
Kehilangan itu hampir buatku lupa,
Moga penghujungnya bahagia,
Moga pengakhirnya tiada sengsara.

ana pena
kamar 114 kb

Kalau tak cinta



Kalau tak cinta, jangan merindu,
Kalau tak suka, jangan menunggu,
Jangan menganggu mesej hatiku.

Kenangan lama biarlah abadi,
Jangan ada perasaan benci,
Sekilas udara ku dah mengerti,
Bayangmu hadir mencari diri ini,

Kalau nak lupa, lepaskanlah pergi,
Kalau nak ceria, biarlah terbang tinggi,

Jalan ini telah ku tetapi,
tidak akan ku berpaling lagi,
Cinta itu membunuh rasa dihati,
Cinta itu buatkan ku jauh dari Illahi,

Cintakan bunga kan layu,
Cintakan dunia kan mati,
Cintakan manusia kan berlalu,
Cintakan Allah kekal abadi :)

ana pena
kamar 114 Kb

Isnin, 7 Mac 2011

Tika..


Tika kau jatuh, ku angkat,
Tika kau sakit, ku ubat

Tika kau sunyi, ku peneman,
Tika kau duka, ku terkesan,

Tika kau susah, ku berpayah,
Tika kau lelah, ku gundah.

Kini, kau hebat segalanya,
Kau sihat, kau diangkat,
kau berteman, penuh dengan senyuman,
kau bahagia.

Tapi kau lupa,
lupa pada yang mengasihani,
Lalu kau kongsi kemegahan,
dengan insan yang tiada pengertian,
betapa susah dan lelah menghadapi semua itu,

Ya Rabb jadi saksi,
Kelukaan jiwa, kesakitan hati,
Bagi insan yang penuh pengharapan,
Semoga berbahagia


Ana pena
kamar 114 kb


Sabtu, 5 Mac 2011

Kalau..

Kalau sunyi, dengarlah kicau burung,
Kasih yang terlepas dari sangkar emas,

Kalau rindu, pandanglah bulan,
Pandangan warkah cinta semalam

Kalau sakit, lihatlah bintang,
Disitu pengubat hati yang tak senang

Kalau cinta, kenangkanlah bahagia,
Walau hanya sekelumit cuma

Kalau tiada semuanya,
Belajarlah melupakan,
kasih yang tak kesampaian,
Daripada terus meluka dan sengsara
Lepaskan pergi burung yang singgah di dahan,
Biar ia kembali pada sangkar emas
Terkurung hingga sampai detik dan ketika,
disunting putera raja

~ana pena~


Khamis, 3 Mac 2011

Cerita cinta


Cara kau menyintaiku,
Bagai mentari yang tidak pernah jemu memancarkan sinar kebahagiaan.

Cara kau menyintaiku,
Bagai embun pagi yang dingin terasa hingga ke pangkal tulang

Cara kau menyintaiku,
Bagai kepulan awan yang setia memberikan perlindungan.

Terima kasih atas cintamu
Terima kasih atas setiamu,
Terima kasih atas perlindunganmu

Sungguh bagaimana pun cinta itu,
Kalau ditakdirkan perpisahan,
Itulah suratan.

Sungguh bagaimana pun setia itu,
Kalau digoncang ribut taufan,
Pastikan juga pincang

Sungguh bagaimana pun perlindungan itu,
Kalau hilang punca impian,
Berlari ia tanpa dirancang.

Walau apa pun cerita cinta,
Cerita cintaku hanyalah satu lukisan,
secebis lakaran, setitik warna
bukanlah segalanya


Ana Pena
kamar 114 kb